Logo Design by FlamingText.com

Senin, 18 November 2013

Petani Rumput Laut Mamolo sudah Dikelolah Koperasi

Bupati Nunukan Drs H Basri saat menyarahkan badan usaha koperasi milik para petani rumput laut di kampung Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan. (Aiyub/Humas Protokol)


AIYUB | Jumat, 08 November 2013 - 15:03:16 WIB | dibaca: 51 pembaca Nunukan – Upaya untuk menghimpun Penyerahan badan hukum Koperasi bagi kelompok tani rumput laut di Kampung Mamolo Kelurahan Tanjung Harapanyakni Koperasi Usaha Bersama Mamolo Sejahtera yang langsung diserahkan oleh Bupati Nunukan Drs H Basri saat dilakukan Panen raya rumput laut.
Katua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Kopinda) Kabupaten Nunukan Ir H Dian Kusumanto mengatakan pengelolaan hasil para petani rumput laut setelah dikelolah koperasi akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan akan memperpendek mata rantai perdagangan para petani, para petani tidak akan dipermaikan oleh para pedagang untuk membeli hasil rumput laut dengan harga yang rendah.
Dikatakan, harga rumput laut kering saat ini mencapai Rp 15 Ribu perkilogram yang tentunya akan menambah perputaran perekonomian mencapai Rp 15 Milyar rupiah perbulan sehingga perputaran perekonomian kabupaten Nunukan dari komoditi rumput laut mencapai R180 Milyar Rupiah pertahunnya.
Dikatakan tingginya harga komoditi rumput laut kering disebabkan beberapa hal diantaranya mutu rumput laut relative bagus, kadar kotoran minimal, rendemen keraginan cukup tinggi, gell strength tinggi yang mengakibatkan para pengusaha dan eksportir menawarkan harga yang tinggi. Selain itu produksi rumput laut yang stabil dan kontinyu sepanjang tahun dengan jaminan ketersedian rumput laut kering selalu ada.
“saat ini banyak daerah  sentra rumput laut sedang gagal panen sehingga pasokan kepedagang berkurang, sehingga mengakibatkan supply dan demand terganggu,” ujarnya.
Ditambahkannya, akibat perkembangan rumput laut yang cukup signifikan di Nunukan maka menimbulkan peluang-peluang kerja untuk menunjang usaha rumput laut adalah peluang usaha penyedian pelampung rumput laut yang biasanya digunakan oleh para petani adalah botol bekas air mineral yang saat ini membutuhkan 1 Juta buah botol yang harus digantiakn oleh para petani setiap 2 musim sekali, atau sekitar 10 Ribu botol  air mineral per harinya dibutuhakan, jasa pemasangan bibit yang memerlukan tenaga kerja yang banyak untuk memelihara tali bentangan rumput laut yang saat ini sebanyak 125  Ribu tali perbulan tali bentangan yang harus dirawat dan dipasangi bibit.
“banyak petani rumput laut yang menjual hasil panen rumput lautnya kepada para nelayan dalam kondisi masih segar (Baca; basah) mengingat banyak petani tidak memiliki lantai penjemuran maupun lantai penjemuran yang dimilki sudah tidak mencukupi dari jumlah rumput laut yang dipanen,” ungkapnya.  (ayu/hms)

Produksi Rumput Laut Nunukan Tembus 750 ton Perbulan

Produksi Rumput Laut Nunukan Tembus 750 ton Perbulan
Geliat komoditi rumput laut Nunukan benar-benar fantastis. Data terbaru menunjukkan, produksi rumput laut Nunukan berhasil menembus 750 ton per bulan. Angka ini bahkan jauh di atas produksi daerah-daerah penghasil rumput laut di Tanah Air. 
 
Lebih membanggakan lagi, komoditi yang kini sangat primadona di kalangan masyarakat petani bahkan diekspor ke sejumlah daerah yang memiliki pabrik pengolahan rumput laut, salah satunya Pulau Sulawesi. “Sudah begitu banyak investor luar yang melirik potensi rumput laut Nunukan, ini rezeki buat kita. Tinggal bagaimana kualitas rumput laut Nunukan tetap dijaga dan ditingkatkan,” ungkap Bupati Nunukan, Drs Basri.

Tak itu saja, peningkatan produksi komoditi yang banyak digunakan sebagai bahan baku pangan dan kosmetik ini, juga diikuti peningkatan harga yang sangat menggembirakan. Jika di bulan November lalu hanya dibanderol seharga Rp 6 ribu per kilogram, kini harga rumput laut sudah berada di angka Rp 8 ribu per kilogram. Harga ini bahkan diprediksi bakal naik hingga angka Rp 9 ribu per kilogramnya. Hal ini disebabkan, sejumlah daerah penghasil rumput laut seperti Pulau Jawa dan Sulawesi sedang memasuki musim penghujan. Secara otomatis, produksi di daerah-daerah penghasil hampir dipastikan menurun.


Pun begitu, meski menyandang predikat salah satu daerah penghasil rumput laut terbesar di Tanah Air, Pemerintah Kabupaten Nunukan berencana mendatangkan investor guna mendirikan pabrik rumput laut di Nunukan. Dengan demikian, produk rumput laut yang bakal diekspor ke berbagai daerah dan negara, tidak lagi berbentuk mentah, melainkan setengah jadi. “Tahun depan pasokan listrik kita sudah memadai. Mudah-mudahan kendala pembangunan pabrik rumput laut bisa teratasi,” ujar bupati.

Dalam situasi harga yang lumayan menjanjikan seperti sekarang, dikatakan bupati, harga rumput laut di pasaran sudah seharusnya bersaing. Tengkulak-tengkulak yang dulunya dengan enteng memonopoli harga, saat ini harus ditiadakan. Artinya, sambung bupati, pergerakan tengkulak yang hanya mencari keuntungan pribadi harus ekstra diawasi. “Dinas Perdagangan, Perikanan dan Pol PP sudah saya minta untuk mengawasi tengkulak-tengkulak yang meresahkan ini. Kita harus melindungi harga rumput laut petani kita,” tegas bupati.

Terobosan lain yang coba digagas Pemerintah Kabupaten Nunukan yakni bagaimana komoditi rumput laut dapat diolah menjadi kuliner. Ambil contoh di Kota Bontang, selain memproduksi rumput laut mentah, masyarakat tempatan juga mengolah rumput laut menjadi bahan pangan siap santap. Mulai dari dodol rumput laut, kerupuk hingga yang terkenal seperti es rumput laut. “Peluang ini harus ditangkap instansi teknis. Paling tidak masyarakat dibimbing mengolah rumput laut menjadi bahan pangan. Tidak usah jauh-jauh, kita bisa bikin studi ke Kota Bontang dulu,” pintanya.

Usaha budidaya rumput laut tidak hanya memberi efek positif pada peningkatan perekonomian masyarakat. Jika melihat kebelakang, saat ini banyak profesi seperti nelayan dan petani sawah yang perlahan-lahan ditinggalkan masyarakat guna beralih menjadi petani rumput laut. (jpnn)


Nunukan Undang Investor Buka Usaha Pengelolaan Rumput Laut

Nunukan, InfoPublik – Bupati Nunukan Drs H Basri  mengatakan, upaya meningkatkan kesejahteraan petani rumput laut di Kabupaten Nunukan terus dilakukan dengan mendorong investor untuk membuka usaha di bidang pengelolaan rumput laut.
“Kita telah mendorong pengusaha lokal untuk melakukan penjajakan dalam pengelolaan produksi rumput laut yang berada di Pasuruan, Jawa Timur,” ungkapnya saat panen raya rumput laut belum lama ini di kampung Mamolo,  Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan.
Dikatakan, dengan adanya produksi rumput laut di Nunukan, akan memberikan dampak positif terhadap petani rumput laut, mengingat harga rumput laut saat ini cenderung mengalami fluktasi harga serta tentunya akan membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Bupati Nunukan mengaku saat ini produksi rumput laut  di Nunukan cendurung stabil setiap bulan, sehingga sangat membantu perusahaan pengelolaan rumput laut. Sesuai data Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Nunukan,  produksi rumput laut  mencapai  900 hingga 1.000 Ton per bulan.  Rumput laut kering dikirim ke luar wilayah Kalimantan, seperti Sulawesi dan PulauJawa.
“Saya berharap kepada seluruh petani untuk tetap menjaga kualitas dan kuantitas rumput laut yang ada di wilayah Kabupaten Nunukan sehingga daya saing rumput laut yang ada tidak kalah dengan daerah lain,” ungkapnya.
Bupati menambahkan, pemerintah mengupayakan tetap akan melakukan pembinaan terhadap para petani rumput laut baik terkait pengetahuan tentang tata cara pembudidayaan rumuput laut yang baik, juga pengelolahan rumput laut untuk dijadikan produk unggulan di Kabupaten Nunukan.
Dikatakan, Kampung Mamolo  dulunya merupakan kampung nelayan, kini seluruh masyarakat beralih menjadi petani rumput laut, yang saat ini menjadi primadona di Nunukan. (ayu/hms/Kus)

Pemkab Nunukan Dorong Investor Garap Rumput Laut nunukan

AIYUB | Jumat, 08 November 2013 - 08:08:18 WIB | dibaca: 28 pembaca
Bupati Nunukan Drs H Basri didampingi Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Dearah Melihat Panen Petani Rumput Laut. (Aiyub/Humas Protokol)
Nunukan – Upaya meningkatkan kesejahteraan petani rumput laut di Kabupaten Nunukan tersu dilakukan dengan mendorong investor untuk membuka usaha dibidang pengelolaan rumput laut, hal tersebut disampaikan Bupati Nunukan Drs H Basri   dalam panen raya rumput laut yang dilaksanakan Rabu (6/11) di kampung Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan.
“Kita telah mendorong pengusaha lokal untuk melakukan penjajakan di perusahaan pengelolaan produksi rumput laut yang berada di Pasuruan Jawa Timur,” ungkapnya.
Dikatakan, dengan adanya produksi rumput laut yang nantinya akan berada di Nunukan akan memberikan damapak positif terhadap petani rumput laut, mengingat harga rumput laut yang saat ini cenderung mengalami fluiktasi harga serta tentunya akan membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Bupati Nunukan mengaku saat ini pruduksi rumput laut yang ada di Nunukan cendurung produksinya stabil setiap bulan sehingga sangat akan membantu jika ada perusahaan pengelolaan rumput laut di Nunukan. Saat ini diperkirakan produksi rumput laut di Nunukan mencapai sesuai dengan data Dinas Kelautan Perikanan tercatat 900 hingga 1.000 Ton perbulan rumput laut kering yang dikirim keluar wilayah Kalimantan baik ke Sulawesi hingga ke pulau jawa.
“Saya berharap kepada seluruh petani untuk tetap menjaga kualitas dan kuantitas rumput laut yanga ada diwilayah Kabupaten Nunukan sehingga daya saing rumput laut yang ada tidak kalah dengan daerah lain,” Ungkapnya.
Bupati menambahkan selain mengupayakan investor untuk membuka perusahaan yang bergerang dibidang produksi rumput laut untuk segera dapat diwujudkan, pemerintah juga mengupayakan tetap akan melakukan pemibinaan terhadap para petani rumput laut baik pengetahuan tentang tata cara pembudidayaan rumuput laut yang baik, juga pengelolahan rumput laut untuk dijadikan produk unggulan di Kabupaten Nunukan.
Dikatakan, di kampung Mamolo yang dulunya adalah merupakan kampung nelayan kini seluruh masyarakat beralih menjadi rumput laut yang saat ini menjadi primadona di Nunukan. (ayu/hms)


Sumber Berita: www.swarakalibata.com
http://www.nunukankab.go.id/v3/berita-pemkab-nunukan-dorong-investor-garap-rumput-laut-nunukan.html#ixzz2l3xzSEdB

Minggu, 17 November 2013

Jumat, 08 November 2013


Panen Raya Rumput Laut Melimpah Nunukan Penghasil Terbesar di Kaltim dan Kaltara

Panen Raya Rumput Laut Melimpah Nunukan Penghasil Terbesar di Kaltim dan Kaltara

Dikelilingi dengan hamparan lautan luas, Pulau Nunukan tentunya memiliki sejumlah pesona dan kekayaan alam laut. Salah satunya rumput laut yang kini semakin dikembangkan menjadi ikon daerah. Bahkan menjadi penghasil rumput laut terbesar di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).
Atas pencapaian tersebut, untuk pertama kalinya, Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan tepatnya di Kampung Mamolo yang merupakan basis terbesar penghasil rumput laut di Kabupaten Nunukan menggelar panen raya. Acara panen raya yang dilaksanakan Koperasi Serba Usaha (KSU) Mamolo Sejahtera milik masyarakat tersebut dihadiri langsung Bupati Nunukan Drs H Basri beserta pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi vertikal lainnya.
Sebelum acara panen raya dimulai, Ketua KSU Mamolo Sejahtera Kamaruddin memberikan laporannya tentang keberhasilan warga Kampung Mamolo dalam menghasilkan rumput laut berkualitas terbaik. Ia mengatakan, keberhasilan petani tidak terlepas dari perhatian Pemkab Nunukan sendiri. Utamanya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Nunukan serta penyuluh lapangan yang banyak memberikan masukan tentang pengelolaan rumput laut dengan benar.
“Keberhasilan kami (KSU Mamolo Sejahtera, Red) dalam mengelola rumput laut yang dihasilkan masyarakat ini tidak lepas dari perhatian pemerintah daerah. Berbagai bantuan juga telah banyak diberikan. Baik itu berupa bantuan modal maupun bantuan pengetahuan dari para penyuluh,” ungkapnya dihadapan Bupati Nunukan Drs H Basri serta sejumlah tamu undangan lainnya pada pelaksanaan panen raya rumput laut di Kampun Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan, Rabu (6/11).
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopindo) Kabupaten Nunukan Ir H Dian Kusumanto menyebutkan, Kabupaten Nunukan dalam sebulan mampu menghasilkan rumput laut sebanyak 900 ton. Dari 900 ton tersebut, 50 persen rumput laut dihasilkan dari masyarakat di Kampung Mamolo melalui KSU Mamolo Sejahtera. “Dalam sebulan itu, Nunukan mampu menghasilkan 900 ton. Nah, 50 persennya dari Mamolo ini,” sebutnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Nunukan ini mengatakan, selain petani rumput laut, ibu-ibu rumah tangga di Kampung Mamolo ini juga memiliki penghasilan tambahan dengan memasangkan bibit rumput laut di setiap bentangan. Sehingga perekonomian masyarakat ikut meningkat.
“KSU Mamolo Sejahtera ini merupakan satu-satunya koperasi yang membidangi rumput laut. Keterlibatan koperasi ini sangat besar. Bahkan, dengan adanya usaha rumput laut ini, perekonomian masyarakat Mamolo mulai meningkat,” terangnya.
Dalam panen raya tersebut, Bupati H Basri diberi kesempatan menarik tali bentangan untuk dipindah ke perahu sebagai simbolis panen raya dimulai. Tak hanya bupati, Komandan Kodim 0911 Nunukan Letkol Inf Putra Widiastawa beserta Wakapolres Nunukan Kompol Alim serta sejumlah kepala dinas ikut menarik tali bentangan rumput laut ke tempat penjemuran yang telah disiapkan. (sam/fly)

Sumber : http://www.radartarakan.co.id/index.php/kategori/detail/Nunukan/47018